perilaku mulia nabu Muhammad S.A.W wajib diteladani

Tidak habis-habisnya menceritakan prilaku Nabi Muhammad SAW yang sangat terpuji. Bahkan membicarakan kepribadian Rasulullah sangatlah menyenangkan dan menarik untuk dikaji. Sudah banyak buku-buku sejarah yang bisa kita peroleh untuk mempelajari berbagai kisah keteladanan beliau yang patut untuk dicontoh.

Disaat pertama kali Rasulullah berdakwah, tidak sedikit orang-orang Quraisy menganggap beliau sebagai orang gila, bahkan dari pihak keluarga, sebut saja Abu Jahal dan kelompoknya sering kali mengolok-olok bahkan menyakiti Rasulullah secara fisik.

Akan tetapi sungguh luar biasa, Rasulullah menyikapinya dengan sabar, dan tidak tidak pernah ada dalam benak Rasulullah untuk membalasnya. Beliau justru berdoa kepada Allah untuk pengampunan mereka. “Ya Allah berilah petunjuk kepada kaumku sesungguhnya mereka tidak mengetahui”, demikian doa Rasulullah.

Setelah Rasulullah hijrah ke Madinah dan semakin banyak pengikutnya, Rasulullah tidak serta merta merasa sombong dan tidak pernah berbuat semena-mena. Inilah yang sangat perlu kita garis bawahi dan contoh, karena biasanya ketika seseorang itu berubah status sosialnya maka ada kecenderungan berubah pula sikap dan kelakuannya. Tetapi Rasulullah tidak ada perubahan sikap sama sekali.

Pada peristiwa fathu makkah (pembebasan kota Mekkah), Rasulullah dengan ribuan pasukannya mengepung kota Mekkah, penduduk kota dicekam rasa ketakutan yang sangat luar biasa, mereka bersembunyi dirumah masing-masing dengan mengunci rapat-rapat pintu rumah mereka. Di dalam benak mereka pasti sudah terbayang bahwa Rasulullah akan melakukan hal-hal yang merugikan dan mengatakan ”hari ini adalah hari pembalasan atas perlakuan kalian kepadaku”. Anggapan ini mereka bayangkan karena mereka menyadari betul atas apa yang telah mereka perbuat pada diri Rasulullah, tapi Subhanallah pada kenyataannya tidak seperti yang mereka duga.

Rasulullah dengan lantang mengatakan ”keluarlah kalian, sesungguhnya hari ini adalah hari penuh kasih sayang, hari menyambung silaturahmi”. Maka dari pernyataan inilah kemudian semua penduduk Mekkah serta merta masuk ke agama Islam. Mereka mengatakan “anta al kariem ibni al kariem ibni al kariem”, artinya engkau adalah orang yang mulia, anak orang yang mulia, cucu orang yang mulai.

Ketika Rasulullah meninggal dan Abu Bakar RA menggantikan posisi Rasulullah sebagai pemimpin umat Islam, Abu Bakar RA pernah berkata pada anaknya Aisyah istri baginda Nabi, “wahai anakku apakah ayahmu ini sudah melakukan apa yang pernah dilakukan Rasulullah?

”Wahai ayah, engkau adalah orang yang ahli sunnah, apa yang biasa Rasulullah lakukan sudah ayah kerjakan, hanya ada satu kebiasaan atau sesuatu yang rutin Rasulullah lakukan yang belum engkau kerjakan, yaitu memberi makanan pada seorang pengemis yang berada di sudut sebuah pasar kota Madinah,” kata Aisyah menjawab pertanyaan ayahnya.

Abu Bakar RA. Semakin penasaran dengan si pengemis, kemudian Abu Bakar menyempatkan mendatangi si pengemis keesokan harinya, dan beliau mendapati si pengemis adalah seorang kakek tua dan buta. Abu bakar terperangah ketika beliau mendengarkan perkataan si pengemis,”Jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya”.

Abu Bakar RA mendekati si pengemis dan memberikan makanan pada si pengemis, si pengemis berkata, ”Siapa engkau”. Lalu Abu bakar RA menjawab, ”Aku orang yang biasa memberi makanan padamu, si pengemis dengan nada keras menjawab, “Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku,” bantah si pengemis buta itu dengan ketus, “Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku”.

Abu Bakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu: “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya. Orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW”.

Seketika itu juga kaget pengemis itu. Ia pun menangis mendengar penjelasan Abu Bakar, dan kemudian berkata: “Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun. Ia justru selalu mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia”.

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar RA saat itu juga dan sejak hari itu ia menjadi seorang Muslim.

Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW pernah bersabda: ”Ada dua hal yang paling Allah cintai dari seorang hamba, pertama beriman kepada Allah, yang kedua berbuat baik pada sesama. Dan ada dua hal yang Allah sangat membencinya, pertama menyekutukan Allah, yang kedua berbuat jahat pada orang lain.

Dalam hadist yang lain Rasulullah SAW bersabda: ”Janganlah kalian berbuat jahat pada diri kalian (menyakiti diri sendiri) dan janganlah berbuat jahat pada orang lain. (HR.Ibnu majah)

Inilah inti ajaran Islam, yaitu menyadari diri sebagai hamba Tuhan, berbuat baik pada mahluk Tuhan yang lain, dan mengajarkan agar selalu ada perubahan dalam kehidupan untuk menjadi lebih baik dalam semua bidang.

Jadi perilaku-perilaku seperti inilah yang sebenarnya dan sepatutnya ditiru oleh umat Islam, karena Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan kekerasan dan kejahatan pada umatnya. Islam adalah rahmat untuk semua golongan, ajaran Islam adalah ajaran yang membawa dan mengantarkan umat untuk lebih maju dan menghormati perbedaan, karena Islam itu indah. Waallahua’lam Bishowab.

ane ambil di http://suaraindonesia.co/kolom/1444/perilaku-mulia-nabi-muhammad-saw-wajib-diteladani

Pos ini dipublikasikan di Kisah Para Nabi dan Rasul. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s